Contoh Karangan pencemaran sungai



Surat, proposal, tugas atau keterangan dan lain lain ini hanyalah panduan dan contoh semata, semua isi dan inti dari surat tersebut nanti silahkan sesuaikan dengan kebutuhan anda, Kami tidak bertanggung jawab apabila nanti ada permasalahan yang muncul di karenakan anda mengambil contoh dari blog ini . kami hanya sekedar ingin berbagai kepada anda semuanya tentang sesuatu yang mungkin anda butuhkan, dan kami berharap agar nantinya contoh contoh yang kami berikan akan bermanfaat untuk anda , khususny dalam mengurus administrasi atau keperluan anda semuanya .
Silahkan Download Dokumen ini tekan gambar download dibawah ini :
Semoga Berhasil !!! Terima Kasih !!!!!

Download sekarang


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Contoh Surat Ijin Tempat



Surat, proposal, tugas atau keterangan dan lain lain ini hanyalah panduan dan contoh semata, semua isi dan inti dari surat tersebut nanti silahkan sesuaikan dengan kebutuhan anda, Kami tidak bertanggung jawab apabila nanti ada permasalahan yang muncul di karenakan anda mengambil contoh dari blog ini . kami hanya sekedar ingin berbagai kepada anda semuanya tentang sesuatu yang mungkin anda butuhkan, dan kami berharap agar nantinya contoh contoh yang kami berikan akan bermanfaat untuk anda , khususny dalam mengurus administrasi atau keperluan anda semuanya .
Silahkan Download Dokumen ini tekan gambar download dibawah ini :
Semoga Berhasil !!! Terima Kasih !!!!!

Download sekarang


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Contoh Undangan Resmi



Surat, proposal, tugas atau keterangan dan lain lain ini hanyalah panduan dan contoh semata, semua isi dan inti dari surat tersebut nanti silahkan sesuaikan dengan kebutuhan anda, Kami tidak bertanggung jawab apabila nanti ada permasalahan yang muncul di karenakan anda mengambil contoh dari blog ini . kami hanya sekedar ingin berbagai kepada anda semuanya tentang sesuatu yang mungkin anda butuhkan, dan kami berharap agar nantinya contoh contoh yang kami berikan akan bermanfaat untuk anda , khususny dalam mengurus administrasi atau keperluan anda semuanya .
Silahkan Download Dokumen ini tekan gambar download dibawah ini :
Semoga Berhasil !!! Terima Kasih !!!!!


Download sekarang


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Asal Usul Banyuwangi lambang kabupaten banyuwangi



Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu. “Pagi hari ini aku akan berburu ke hutan. Siapkan alat berburu,” kata Raden Banterang kepada para abdinya. Setelah peralatan berburu siap, Raden Banterang disertai beberapa pengiringnya berangkat ke hutan. Ketika Raden Banterang berjalan sendirian, ia melihat seekor kijang melintas di depannya. Ia segera mengejar kijang itu hingga masuk jauh ke hutan. Ia terpisah dengan para pengiringnya.

“Kemana seekor kijang tadi?”, kata Raden Banterang, ketika kehilangan jejak buruannya. “Akan ku cari terus sampai dapat,” tekadnya. Raden Banterang menerobos semak belukar dan pepohonan hutan. Namun, binatang buruan itu tidak ditemukan. Ia tiba di sebuah sungai yang sangat bening airnya. “Hem, segar nian air sungai ini,” Raden Banterang minum air sungai itu, sampai merasa hilang dahaganya. Setelah itu, ia meninggalkan sungai. Namun baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba dikejutkan kedatangan seorang gadis cantik jelita.

“Ha? Seorang gadis cantik jelita? Benarkah ia seorang manusia? Jangan-jangan setan penunggu hutan,” gumam Raden Banterang bertanya-tanya. Raden Banterang memberanikan diri mendekati gadis cantik itu. “Kau manusia atau penunggu hutan?” sapa Raden Banterang. “Saya manusia,” jawab gadis itu sambil tersenyum. Raden Banterang pun memperkenalkan dirinya. Gadis cantik itu menyambutnya. “Nama saya Surati berasal dari kerajaan Klungkung”. “Saya berada di tempat ini karena menyelamatkan diri dari serangan musuh. Ayah saya telah gugur dalam mempertahankan mahkota kerajaan,” Jelasnya. Mendengar ucapan gadis itu, Raden Banterang terkejut bukan kepalang. Melihat penderitaan puteri Raja Klungkung itu, Raden Banterang segera menolong dan mengajaknya pulang ke istana. Tak lama kemudian mereka menikah membangun keluarga bahagia.

Pada suatu hari, puteri Raja Klungkung berjalan-jalan sendirian ke luar istana. “Surati! Surati!”, panggil seorang laki-laki yang berpakaian compang-camping. Setelah mengamati wajah lelaki itu, ia baru sadar bahwa yang berada di depannya adalah kakak kandungnya bernama Rupaksa. Maksud kedatangan Rupaksa adalah untuk mengajak adiknya untuk membalas dendam, karena Raden Banterang telah membunuh ayahandanya. Surati menceritakan bahwa ia mau diperistri Raden Banterang karena telah berhutang budi. Dengan begitu, Surati tidak mau membantu ajakan kakak kandungnya. Rupaksa marah mendengar jawaban adiknya. Namun, ia sempat memberikan sebuah kenangan berupa ikat kepala kepada Surati. “Ikat kepala ini harus kau simpan di bawah tempat tidurmu,” pesan Rupaksa.

Pertemuan Surati dengan kakak kandungnya tidak diketahui oleh Raden Banterang, dikarenakan Raden Banterang sedang berburu di hutan. Tatkala Raden Banterang berada di tengah hutan, tiba-tiba pandangan matanya dikejutkan oleh kedatangan seorang lelaki berpakaian compang-camping. “Tuangku, Raden Banterang. Keselamatan Tuan terancam bahaya yang direncanakan oleh istri tuan sendiri,” kata lelaki itu. “Tuan bisa melihat buktinya, dengan melihat sebuah ikat kepala yang diletakkan di bawah tempat peraduannya. Ikat kepala itu milik lelaki yang dimintai tolong untuk membunuh Tuan,” jelasnya. Setelah mengucapkan kata-kata itu, lelaki berpakaian compang-camping itu hilang secara misterius. Terkejutlah Raden Banterang mendengar laporan lelaki misterius itu. Ia pun segera pulang ke istana. Setelah tiba di istana, Raden Banterang langsung menuju ke peraaduan istrinya. Dicarinya ikat kepala yang telah diceritakan oleh lelaki berpakaian compang-camping yang telah menemui di hutan. “Ha! Benar kata lelaki itu! Ikat kepala ini sebagai bukti! Kau merencanakan mau membunuhku dengan minta tolong kepada pemilik ikat kepala ini!” tuduh Raden Banterang kepada istrinya. ” Begitukah balasanmu padaku?” tandas Raden Banterang.”Jangan asal tuduh. Adinda sama sekali tidak bermaksud membunuh Kakanda, apalagi minta tolong kepada seorang lelaki!” jawab Surati. Namun Raden Banterang tetap pada pendiriannya, bahwa istrinya yang pernah ditolong itu akan membahayakan hidupnya. Nah, sebelum nyawanya terancam, Raden Banterang lebih dahulu ingin mencelakakan istrinya.

Raden Banterang berniat menenggelamkan istrinya di sebuah sungai. Setelah tiba di sungai, Raden Banterang menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki compang-camping ketika berburu di hutan. Sang istri pun menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki berpakaian compang-camping seperti yang dijelaskan suaminya. “Lelaki itu adalah kakak kandung Adinda. Dialah yang memberi sebuah ikat kepala kepada Adinda,” Surati menjelaskan kembali, agar Raden Banterang luluh hatinya. Namun, Raden Banterang tetap percaya bahwa istrinya akan mencelakakan dirinya. “Kakanda suamiku! Bukalah hati dan perasaan Kakanda! Adinda rela mati demi keselamatan Kakanda. Tetapi berilah kesempatan kepada Adinda untuk menceritakan perihal pertemuan Adinda dengan kakak kandung Adinda bernama Rupaksa,” ucap Surati mengingatkan.

“Kakak Adindalah yang akan membunuh kakanda! Adinda diminati bantuan, tetapi Adinda tolah!”. Mendengar hal tersebut , hati Raden Banterang tidak cair bahkan menganggap istrinya berbohong.. “Kakanda ! Jika air sungai ini menjadi bening dan harum baunya, berarti Adinda tidak bersalah! Tetapi, jika tetap keruh dan bau busuk, berarti Adinda bersalah!” seru Surati. Raden Banterang menganggap ucapan istrinya itu mengada-ada. Maka, Raden Banterang segera menghunus keris yang terselip di pinggangnya. Bersamaan itu pula, Surati melompat ke tengah sungai lalu menghilang.

Tidak berapa lama, terjadi sebuah keajaiban. Bau nan harum merebak di sekitar sungai. Melihat kejadian itu, Raden Banterang berseru dengan suara gemetar. “Istriku tidak berdosa! Air kali ini harum baunya!” Betapa menyesalnya Raden Banterang. Ia meratapi kematian istrinya, dan menyesali kebodohannya. Namun sudah terlambat.

Sejak itu, sungai menjadi harum baunya. Dalam bahasa Jawa disebut Banyuwangi. Banyu artinya air dan wangi artinya harum. Nama Banyuwangi kemudian menjadi nama kota Banyuwangi.

Sumber: Cerita Asli Indonesia Terbitan Elexmedia


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Raja bertelinga Keledai dan Si Pesuling



Dahulu kala di pesisir pulau terdapat sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Zanas. Raja Zanas memerintah dengan sewenang-wenang. Kegemarannya menumpuk harta sebanyak mungkin yang diperolehnya dari pajak rakyatnya maupun dari hasil korupsi. Raja Zanas selain tamak juga seorang raja yang sangat kikir bin medit bin bakhil bin buntut kasiran.

Rakyat yang hidup sengsara tidak sekalipun pernah dipikirkannya.Banyak rakyatnya yang jadi gelandangan, pengemis atau biasa disebut gepeng. Ada juga yang tiggal di kandang kambing dengan hanya makan nasi aking dan ketela pohon yang kadang beracun. Anehnya raja yang zalim itu mempunyai kegemaran mendengarkan musik. Musik yang biasanya diperdengarkan lewat Ipod raja adalah musik-musik melancolis di samping sangat menyukai suling.


Padahal kata orang-orang bijak musik dapat memperhalus perasaan. Oleh karena itu yang menyukainya akan mempunyai perasaan yang lembut tetapi cerdas. Salah satu kegemaran Raja Zanas adalah mendengarkan tiupan suling. Kebetulan di negerinya ada seorang peniup seruling yang sangat pandai bernama Tarajan bukan Tarzan.

Raja Zanas sangat memanjakan Tarajan dan kerap mengirim peniup seruling itu ke seluruh penjuru negeri bahkan ke luar kerajaannya untuk berlomba istilahnya ikut Pentas Seruling Idol. Tarajan selalu jadi juara pertama dan memperoleh hadiah-hadiah yang menggiurkan biasanya berupa mobil, handphone, voucher dan cendramata.

Sayang sejuta sayang, karena hal itu Tarajan jadi sombong dan congkak. Karena sombongnya Tarajan mengaku dapat mengalahkan Dewa Apolo. Seorang Dewa bangsa Yunani yang sangat menguasai seni musik. Ibaratnya Sang dewa ini seorang musisi terkenal yanmg biasa nongol di mlayar kaca.

Tarajan mengusulkan pada Raja Zanas agar ia dipertandingkan dengan Apolo. Usul itu diterima dengan baik bahkan raja merasa bangga jika Tarajan dapat mengalahkan pemain musik dari kerajaan langit itu. Dewa Apolo yang mendengar tantangan itu menyanggupi. Justru Dewa itu ingin memberi pelajaran pada Tarajan dan Raja Zanas yang berkelakuan tidak lazim.

“Seandainya aku kalah biarlah aku mengabdi pada Raja Zanas seumur hidupku. Tetapi andaikan aku yang menang aku minta separuh kerajaanmu dan kuserahkan pada rakyatmu” kata Dewa Apolo. Raja Zanas dan Tarajan setuju. Mereka begitu yakin dapat mengalahkan Apolo yang tampak masih sangat muda itu.

Pada hari yang telah ditentukan pertandingan dimulai. Seluruh rakyat tumpah ruah ke halaman Istana. Sedangkan Dewa Zeus sebagai penguasa seluruh khayangan ikut menyaksikan tanpa seorang pun yang tahu. Sebagai penantang Tarajan dipersilakan meniup seruling terlebih dahulu. Dengan pongah Tarajan naik ke atas podium lalu segera meniup serulingnya. Seruling emas berbalut intan permata milik Tarajan segera mengumandangkan lagu-lagi yang sangat merdu. Naik turun seperti ombak. Lembut seperti angin pesisir. Bergolak seperti ombak menerjang karang.

Semua yang mendengarkan bagaikan tersihir. Begitu hebatnya tiupan seruling Tarajan. Raja Zanas tertawa terbahak-bahak dan yakin sekali peniup serulingnya akan keluar jadi pemenang. Tetapi Dewa Apolo tenang. Diam bagaikan patung, tetapi bibirnya tersenyum. Pertanda kagum juga pada permainan seruling Tarajan. Dan ketika usai sorak ssorai seperti membelah angkasa. Tarajan berdiri berkacak pinggang dengan wajah sangat pongah.

Ketika giliran Dewa Apolo, Dewa kesenian itu mengangkat serulingnya dengan cantik sekali. Lembut bagaikan menimang bayi suci. Dan ketika bibirnya mulai meniupkan sebuah lagu, langit berpendar-pendar antara siang dan malam. Rakyat yang menonton terhanyut dalam irama yang luar biasa indah. Dengan mata terpejam semua menari dengan lembut sekali. Mereka pun menyanyi sebuah lagu kedamaian yang sekonyong saja mampu dinyanyikan. Rakyat yang jumlahnya tidak terhitung itu larut dalam lagu-lagu dan irama yang sebelumnya tidak pernah mereka dengarkan tetapi sangat merdu mendayu-dayu.

Akhirnya Dewa Zeus yang menampakkan diri menyatakan Apolo sebagai pemenangnya. Dan meminta Raja Zanas seger memberikan separuh kerajaannya pada rakyatnya. Tetapi raja kikir itu menolakk hingga membuat Dewa Zeus marah. “Selama kau tidak memberikan pada rakyat apa yang telah kau janjikan, maka telingamu akan membesar setiap hari.” Kata Dewa Zeus.

Memang benar. Telinga Raja Zanas tiap hari semakin besar hingga sangat berat dan membuatnya tidak bisa berdiri apalagi berjalan. Jadilah ia raja bertelinga keledai. Akhirnya Raja Zanas menyerahkan separuh kerajaannya pada rakyatnya. Dan berjanji tidak lagi kikir dan tamak. Dewa Zeuslah saksi dari ucapannya.


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Si Nenek dan Gadis Baik hati



Dahulu di zaman belum munculnya telepon seluler, ada seorang janda (suaminya kabur entah ke mana) yang memiliki dua anak perempuan. Anak yang sulung berperangai angkuh dan pemarah seperti ibunya mirip perangai bawang merah, sedangkan yang bungsu berperangai manis dan lemah lembut persis bawang putih.

Sang ibu sangat memanjakan anak sulungnya yang memiliki sifat yang mirip dengannya, dan memperlakukan si bungsu dengan sangat buruk. Si bungsu selalu disuruhnya melakukan hampir semua pekerjaan di rumah dari mulai ngepel keramik, nimba air ke kolam, nyuci baju, makanin ternak, dan lain-lain.


Salah satu dari tugas si bungsu yang bernasib malang bak nasib TKW di negri orang adalah berjalan kaki 1 kilometer jauhnya ke sebuah mata air dan membawa pulang air dalam sebuah ember besar guna keperluan MCK. MCK adalah singkatang dari Mandi, Cuci, Kakus. Biasanya masalah MCK ini keluar sebagai soal pada ulangan semesteran anak SD kelas 3 dan 4. Makanya bagi anda yang merasa kelas 3 dan 4 silakan hafalkan singkatan MCK siapa tahu nanti ditanyakan sama Pak Guru dan di soal ulangan.

(lho koq gak nyambung ceritanya ya)

Pada suatu hari saat si bungsu sedang mengambil air di mata air, seorang wanita tua renta jalannya pakai tongkat datang dan meminta air untuk minum. Tampak si nenek ini sangat kelelahan dan kecapaian.

“Tunggu sebentar, akan kuambilkan air yang bersih untuk Nenek,” kata si bungsu kepada wanita tua itu. Diambilnya air yang paling jernih dan bersih, lalu diberikannya kepada wanita tua itu dengan menggunakan teko air agar dapat dengan mudah diminum.

Wanita tua yang sebenarnya adalah seorang peri itu berkata, “Kamu sangat sopan dan suka menolong, jadi akan kuberikan keajaiban untukmu. Setiap kata yang kamu ucapkan akan mengeluarkan sekuntum bunga, batu permata, dan mutiara dari mulutmu.”

Si bungsu tidak mengerti maksud wanita tua itu. Ia hanya tersenyum lalu berpamitan dan berjalan pulang.

Sesampainya di rumah, ibunya memarahinya karena terlalu lama membawakan air. Si bungsu meminta maaf kepada ibunya dan menceritakan kejadian yang dia alami, bahwa ia menolong seorang wanita tua yang kemudian memberinya keajaiban. Selama si bungsu bercerita, bunga-bunga, batu permata dan mutiara terus berjatuhan keluar dari mulutnya.

“Kalau begitu, aku harus menyuruh kakakmu pergi kesana.” Kata sang ibu. Lalu disuruhnya si sulung untuk pergi ke mata air dan apabila bertemu dengan seorang wanita tua, disuruhnya si sulung untuk bersikap baik dan menolongnya.

Si sulung yang malas tidak mau pergi berjalan kaki sejauh itu. Namun dengan tegas, ibunya menyuruhnya pergi, “Pergi kesana sekarang juga!!!” sambil menyelipkan wadah air dari perak ke dalam tas si sulung.

Sambil menggerutu si sulung berjalan menuju mata air. Saat tiba disana, ia berjumpa dengan wanita tua itu. Tapi kali ini wanita tua itu berpakaian indah bagaikan seorang ratu. Lalu, wanita tua itu meminta minum kepada si sulung.

“Apa kamu kira aku datang sejauh ini hanya untuk memberimu minum? Dan jangan pikir kamu bisa minum dari wadah air perakku. Kalau mau minum ambil saja sendiri di mata air itu!” kata si sulung kepada wanita tua itu.

Karena sikapnya yang kasar, wanita tua yang sebenarnya seorang peri itu mengutuknya. “Untuk setiap kata yang kamu ucapkan, seekor katak atau ular akan berjatuhan keluar dari mulutmu!”

Saat tiba di rumah, si sulung menceritakan apa yang dialaminya kepada ibunya. Saat bercerita, beberapa ekor ular dan katak berjatuhan keluar dari mulutnya.

“Astaga!”, teriak ibunya jijik. “Ini semua gara-gara adikmu. Di mana dia?”

Sang ibu lalu pergi mencari si bungsu. Karena ketakutan, si bungsu lalu lari dan bersembunyi di hutan.

Seorang Pangeran yang sedang berburu terkejut melihat seorang gadis yang sedang menangis sendirian di hutan. Ketika Pangeran itu bertanya, dengan tersedu-sedu si bungsu menceritakan apa yang terjadi. Saat bercerita, bunga-bunga, mutiara serta batu permata pun berjatuhan dari mulutnya.

Pangeran jatuh hati kepada gadis yang baik itu. Dan Pangeran juga tahu ayahnya tidak akan keberatan mendapatkan seorang menantu yang baik seperti itu, apalagi dengan mutiara serta batu permata yang terus dihasilkannya. Maka Pangeran pun membawa si bungsu ke istana, lalu mereka menikah dan hidup berbahagia.

Sementara itu di rumah, sikap si sulung menjadi semakin memuakkan, dan ia pun terus menerus mengeluarkan katak serta ular dari mulutnya, sampai-sampai ibunya pun mengusirnya dari rumah.

Karena ia tidak tahu harus kemana dan tidak ada seorangpun yang mau menampungnya karena sifatnya yang buruk, ditambah dengan katak-katak dan ular-ular yang terus keluar dari mulutnya, maka akhirnya ia pun tinggal sendirian di tengah hutan.


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Dongeng Abu Nawas: Membasuh Tangan 120 Kali



Membasuh Tangan 120 Kali

Abu Nawas bekerja sebagai orang kepercayaan Raja Ali Ibnu Bakri. Abu Nawas dikenali sebagai orang cerdik dan ahli dongeng yang termasyhur. Suatu hari Raja mengalami ketegangan fikiran selepas bekerja sepanjang hari mengurus rakyat. Sang Raja memerintahkan kepada Abu Nawas bercerita mengenai kisah-kisah aneh dan ajaib, yang menjadi kegemaran sang Raja, untuk menghilangkan sedikit ketegangan jiwa yang dialaminya.

Kebiasaannya, Raja mendengar kisah-kisah Abu Nawas pada malam hari, iaitu sebelum sang raja menidurkan matanya. Abu Nawas menjawab, “Dengan senang hati, wahai raja yang baik dan bahagia...”

Dikisahkan, wahai Raja yang bahagia, salah seorang pelayan istana berkata kepada raja Cina:
Wahai Raja zaman ini, tuan rumah memerintahkan para pelayannya agar mengambil air dan semua yang diperlukan untuk membasuh tangan salah seorang tamunya yang dianggap agak ganjil dan aneh. Tamu itu lalu membasuh tangannya dengan air bercampur sabun, garam dan daun sebanyak seratus dua puluh kali basuhan.

Selepas itu barulah ia makan ‘ragut’(sejenis makanan yang berasal dari sebuah desa di Baghdad), tetapi pemuda itu memakannya seolah-olah dengan perasaan jijik dan mual, sementara kami memandangnya dengan penuh kehairanan, sebab tangannya dan malah sekujur tubuhnya menggigil.

Bila kami melihat tangannya, barulah kami mengetahui bahawa ibu jarinya terpotong, dia makan hanya dengan empat jari, sehingga menyebabkan makanan itu berjatuhan dari tangannya. Kami menyoalnya dengan hairan, “Apa yang terjadi dengan ibu jarimu? Apakah Tuhan menciptakanmu dalam keadaan seperti ini, atau apakah engkau pernah mengalami kemalangan?”

Pemuda itu menyahut, “Demi Tuhan, bukan hanya ibu jari ini saja yang hilang, tetapi juga ibu jari tanganku yang satu lagi, dan tumit kedua-dua kakiku, seperti yang akan kalian lihat.”

Lalu dia menunjukkan tangan kirinya dan kedua-dua kakinya. Kami melihat bahawa tangan kirinya nampak seperti tangan kanannya dan kedua-dua kakinya, tidak mempunyai tumit. Ketika kami melihatnya, kehairanan kami semakin bertambah, hingga kami berkata padanya, “Kami tak sabar menunggu kisahmu dan penyebab terpotongnya kedua ibu jari serta tumit kakimu dan mengapa engkau membasuh tanganmu seratus dua puluh kali.”

Pemuda itu berkata, “Ayahku adalah salah seorang pedagang yang paling terkemuka di Baghdad pada masa pemerintahan khalifah Harun Al-Rasyid. Tetapi ayahku gemar minum anggur dan bermain muzik kecapi, sehingga ketika dia meninggal ayahku tidak mewariskan sesuatu pun kepadaku.

Aku melaksanakan upacara pemakaman baginya, mengadakan pengajian Al-Quran, dan terus berkabung untuknya dalam masa yang cukup lama. Lalu aku membuka kedai peninggalan ayahku dan mendapati bahawa dia hanya meninggalkan sedikit harta dan banyak hutang. Maka aku terpaksa menjelaskan dan membayar kesemua hutang ayahku dengan membayarnya beransur-ansur.

Aku mula melakukan jual-beli dan membayar hutang ayahku minggu demi minggu, hingga akhirnya aku berjaya menjelaskan kesemua hutang ayahku dan modalku mula bertambah. Suatu hari, ketika aku sedang duduk di kedaiku, datanglah ke pasar seorang gadis muda yang cantik, yang kecantikannya belum pernah kulihat tandingannya, berpakaian mewah dan dihiasi permata.

Dia menaiki seekor keldai betina, dengan seorang hamba sahaya berkulit hitam berjalan di hadapannya dan seorang lagi di belakangnya. Gadis itu turun dari keldainya dan terus memasuki pasar. Baru saja dia melangkahkan kakinya ke pasar, seorang pengawal datang mengikutinya dan berkata, “Tuan puteri, masuklah, tapi jangan sampai ada orang yang mengenalimu, sebab kita akan menghadapi kesukaran.”

Lalu pengawal itu berdiri berjalan di hadapan sang gadis, sambil melihat-lihat kedai. Tetapi kerana mendapati tidak ada kedai yang buka kecuali kedaiku, gadis itu mendatangi kedaiku. Gadis itu menegurku, lalu duduk....

Tiba-tiba fajar pun menyingsing. Abu Nawas terdiam, lalu sang Raja berkata, “Ceritamu benar-benar aneh dan indah!” Abu Nawas menjawab, “Esok malam ceritanya lagi menarik dan lagi indah.”


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Dongeng Abu nawas: Manusia kanibal



Saat itu Abu Nawas baru saja pulang dari istana setelah dipanggil Baginda. la tidak langsung pulang ke rumah melainkan berjalan-jalan lebih dahulu ke perkampungan orang-orang badui. Ini memang sudah menjadi kebiasaan Abu Nawas yang suka mempelajari adat istiadat orang-orang badui.

Pada suatu perkampungan, Abu Nawas sempat melihat sebuah rumah besar yang dari luar terdengar suara hingar bingar seperti suara kerumunan puluhan orang. Abu tertarik, ingin melihat untuk apa orang-orang badui berkumpul di sana, ternyata di rumah besar itu adalah tempat orang badui menjual bubur, haris yaitu bubur khas makanan para petani. Tapi Abu Nawas tidak segera masuk ke rumah besar itu, merasa lelah dan ingin beristirahat maka ia terus berjalan ke arah pinggiran desa.

Abu Nawas beristirahat di bawah sebatang pohon rindang. la merasa hawa di situ amat sejuk dan segar sehingga tidak berapa lama kemudian mehgantuk dan tertidur di bawah pohon.

Abu Nawas tak tahu berapa lama ia tertidur, tahu-tahu ia merasa dilempar ke atas lantai tanah. Brak! lapun tergagap bangun.

"Kurang ajar! Siapa yang melemparku?" tanyanya heran sembari menengok kanan kiri.
Ternyata ia berada di sebuah ruangan pengap berjeruji besi. Seperti penjara.

"Hai keluarkan aku! Kenapa aku dipenjara di sini.!"

Tidak berapa lama kemudian muncul seorang
badui bertubuh besar. Abu Nawas memperhatikan dengan seksama, ia ingat orang inilah yang menjua! bubur haris di rumah besar di tengah desa.

"Jangan teriak-teriak, cepat makan ini !" kata orang sembari menyodorkan piring ke lubang ruangan. Abu Nawas tidak segera makan. "Mengapa aku dipenjara?"

"Kau akan kami sembelih dan akan kami jadikan campuran bubur haris."

"Hah? Jadi yang kau jual di tengah desa itu bubur manusia?"

"Tepat.... itulah makanan favorit kesukaan kami."

"Kami...? Jadi kalian sekampung suka makan daging manusia?"

"lya, termasuk dagingmu, sebab besok pagi kau akan kami sembelih!"

"Sejak kapan kalian makan daging manusia?"

"Oh.., sejak lama .... setidaknya sebulan sekali kami makan daging manusia."

"Dari mana saja kalian dapatkan daging manusia?"

"Kami tidak mencari ke mana-mana, hanya setiap kali ada orang masuk atau lewat di desa kami pasti kami tangkap dan akhirnya kami sembelih untuk dijadikan butjur." Abu Nawas diam sejenak. la berpikir keras bagaimana caranya bisa meloloskan diri dari bahaya maut ini. la merasa heran, kenapa Baginda tidak mengetahui bahwa di wilayah kekuasaannya ada kanibalisme, ada manasia makan manusia.

"Barangkali para menteri hanya melaporkan hal yang baik-baik saja. Mereka tidak mau bekerja keras untuk memeriksa keadaan penduduk." pikir Abu Nawas. "Baginda harus mengetahui hal seperti ini secara langsung, kalau perlu....!"

Setelah memberi makan berupa bubur badui itu meninggalkan Abu Nawas. Abu Nawas tentu saja tak berani makan bubur itu jangan-jangan bubur manusia. la menahan lapar semalaman tak tidur, tubuhnya yang kurus makin nampak kurus.

Esok harinya badui itu datang lagi.

"Bersiaplah sebentar lagi kau akan mati."

Abu Nawas berkata,"Tubuhku ini kurus, kalaupun kau sembelih kau tidak akan memperoleh daging yang banyak. Kalau kau setuju nanti sore akan kubawakan temanku yang bertubuh gemuk. Dagingnya bisa kalian makan selama lima hari."

"Benarkah?"

"Aku tidak pernah bohong!"

Orang badui itu diam sejenak, ia menatap tajam kearah Abu Nawas. Entah kenapa akhirnya orang badui itu rnempercayai dan melepaskan Abu Nawas. Abu Nawas langsung pergi ke istana menghadap Bagirida.

Setelah berbasa-basi maka Baginda bertanya kepada Abu Nawas. "Ada apa Abu Nawas? Kau datang tanpa kupanggil?"

"Ampun Tuanku, hamba barus saja pulang dari suatu desa yang aneh."

"Desa aneh, apa keanehannya?"

"Di desa tersebut ada orang menjual bubur haris yang khas dan sangat lezat. Di samping itu hawa di desa itu benar-benar sejuk dan segar."

"Aku ingin berkunjung ke desa itu. Pengawal! Siapkan pasukan!"

"Ampun Tuanku, jangan membawa-bawa pengawal. Tuanku harus menyamar jadi orang biasa."

"Tapi ini demi keselamatanku sebagai seorang raja"

"Ampun Tuanku, jika bawa-bawa tentara maka orang sedesa akan ketakukan dan Tuanku takkan dapat melihat orang menjual bubur khas itu."

"Baiklah, kapan kita berangkat?"

"Sekarang juga Tuanku, supaya nanti sore kita sudah datang di perkampungan itu."

Demikianlah, Baginda dengan menyamar sebagai sorang biasa mengikuti Abu Nawas ke perakmpungan orang-orang badui kanibal.

Abu Nawas mengajak Baginda masuk ke rumah besar tempat orang-orang makan bubur. Di sana mereka membeli bubur.

Baginda memakan bubur itu dengan lahapnya.

"Betul katamu, bubur ini memang lezat!" kata Baginda setelah makan."Kenapa buburmu tidak kau makan Abu Nawas."

"Hamba masih kenyang," kata Abu Nawas sambil melirik dan berkedip ke arah penjual bubur.

Setelah makan, Baginda diajak ke tempat pohon rindang yang hawanya sejuk.

"Betul juga katamu, di sini hawanya memang sejuk dan segar ..... ahhhhh ........ aku kok mengantuk sekali."kata Baginda.

"Tunggu Tuanku, jangan tidur dulu....hamba pamit mau buang ari kecil di semar belukar sana."

"Baik, pergilah Abu Nawas!"

Baru saja Abu Nawas melangkah pergi, Baginda sudah tertidur, tapi ia segera terbangun lagi ketika mendengar suara bentakan keras.

"Hai orang gendut! Cepat bangun ! Atau kau kami sembelih di tempat ini!" ternyata badui penjual bubur sudah berada di belakang Baginda dan menghunus pedang di arahkan ke leher Baginda.

"Apa-apaan ini!" protes Baginda.

"Jangan banyak cakap! Cepat jalan !"

Baginda mengikuti perintah orang badui itu dan akhirnya dimasukkan ke dalam penjara.

"Mengapa aku di penjara?"

"Besok kau akan kami sembelih, dagingmu kami campur dengan tepung gandum dan jaduilah bubur haris yang terkenal lezat. Hahahahaha !"

"Astaga jadi yang kumakan tadi...?"

"Betul kau telah memakan bubur kami, bubur manusia."

"Hoekkkkk....!" Baginda mau muntah tapi tak bisa.

"Sekarang tidurlah, berdoalah, sebab besok kau akan mati."

"Tunggu...."

"Mau apa lagi?"

"Berapa penghasilanmu sehari dari menjual bubur itu?"

"Lima puluh dirham!"

"Cuma segitu?"

"lya!"

"Aku bisa memberimu lima ratus dirham hanya dengan menjual topi."

"Ah, masak?"

"Sekarang berikan aku bahan kain untuk membuat topi. Besok pagi boleh kail coba menjual topi buatanku itu ke pasar. Hasilya boleh kau miliki semua !"

Badui itu ragu, ia berbalik melangkah pergi. Tak lama kemudian kembali lagi dengan bahan-bahan untuk membuat topi.

Esok paginya Baginda menyerahkan sebuah topi yang bagus kepada si badui. Baginda berpesan,"Juallah topi ini kepada menteri Farhan di istana Bagdad."

Badui itu menuruti saran Baginda.

Menteri Farhan terkejut saat melihat seorang badui datang menemuinya. "Mau apa kau?" tanya Farhan.

"Menjual topi ini..."

Farhan melirik, topi itu memang bagus. la mencoba memeriksanya dan alangkah terkejutnya ketika melihat hiasan berupa huruf-huruf yang maknanya adalah surat dari Baginda yang ditujukan kepada dirinya.

"Berapa harga topi ini?"

"Lima ratus dirham tak boleh kurang!"

"Baik aku beli !"

Badui itu langsunng pulang dengan wajah ceria. Sama sekali ia tak tahu jika Farhan telah mengutus seorang prajurit untuk mengikuti langkahnya. Siangnya prajurit itu datang lagi ke istana dengan melaporkan lokasi perkampungan si penjual bubur.

Farhan cepat bertidak sesuai pesan di surat Baginda. Seribu orang tentara bersenjata lengkap dibawa ke perkampungan. Semua orang badui di kampung itu ditangkapi sementara Baginda berhasil diselamatkan.

"Untung kau bertindak cepat, terlambat sedikit saja aku sudah jadi bubur!" kata Baginda kepada Farhan.

"Semua ini gara-gara Abu Nawas!" kata Farhan.

"Benar! Tapi juga salahmu! Kau tak pernah memeriksa perkampungan ini bahwa penghuninya adalah orang-orang kanibal!"

"Bagaimanapun Abu Nawas harus dihukum!"

"Ya, itu pasti!"

"Hukuman mati!" sahut Farhan.

"Hukuman mati? Ya, kita coba apakah dia bisa meloloskan diri?" sahut Baginda.


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Download silabus Rpp Ktsp Bahasa Inggris SMP



Surat, proposal, tugas atau keterangan dan lain lain ini hanyalah panduan dan contoh semata, semua isi dan inti dari surat tersebut nanti silahkan sesuaikan dengan kebutuhan anda, Kami tidak bertanggung jawab apabila nanti ada permasalahan yang muncul di karenakan anda mengambil contoh dari blog ini . kami hanya sekedar ingin berbagai kepada anda semuanya tentang sesuatu yang mungkin anda butuhkan, dan kami berharap agar nantinya contoh contoh yang kami berikan akan bermanfaat untuk anda , khususny dalam mengurus administrasi atau keperluan anda semuanya .
Silahkan Download Dokumen ini tekan gambar download dibawah ini :
Semoga Berhasil !!! Terima Kasih !!!!!

Download sekarang


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Download silabus Rpp Ktsp Bahasa Indonesia SMP



Surat, proposal, tugas atau keterangan dan lain lain ini hanyalah panduan dan contoh semata, semua isi dan inti dari surat tersebut nanti silahkan sesuaikan dengan kebutuhan anda, Kami tidak bertanggung jawab apabila nanti ada permasalahan yang muncul di karenakan anda mengambil contoh dari blog ini . kami hanya sekedar ingin berbagai kepada anda semuanya tentang sesuatu yang mungkin anda butuhkan, dan kami berharap agar nantinya contoh contoh yang kami berikan akan bermanfaat untuk anda , khususny dalam mengurus administrasi atau keperluan anda semuanya .
Silahkan Download Dokumen ini tekan gambar download dibawah ini :
Semoga Berhasil !!! Terima Kasih !!!!!

Download sekarang


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Download silabus Rpp Ktsp PKN SMP



Surat, proposal, tugas atau keterangan dan lain lain ini hanyalah panduan dan contoh semata, semua isi dan inti dari surat tersebut nanti silahkan sesuaikan dengan kebutuhan anda, Kami tidak bertanggung jawab apabila nanti ada permasalahan yang muncul di karenakan anda mengambil contoh dari blog ini . kami hanya sekedar ingin berbagai kepada anda semuanya tentang sesuatu yang mungkin anda butuhkan, dan kami berharap agar nantinya contoh contoh yang kami berikan akan bermanfaat untuk anda , khususny dalam mengurus administrasi atau keperluan anda semuanya .
Silahkan Download Dokumen ini tekan gambar download dibawah ini :
Semoga Berhasil !!! Terima Kasih !!!!!

Download sekarang


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Download silabus Rpp Ktsp SMP PAI



Surat, proposal, tugas atau keterangan dan lain lain ini hanyalah panduan dan contoh semata, semua isi dan inti dari surat tersebut nanti silahkan sesuaikan dengan kebutuhan anda, Kami tidak bertanggung jawab apabila nanti ada permasalahan yang muncul di karenakan anda mengambil contoh dari blog ini . kami hanya sekedar ingin berbagai kepada anda semuanya tentang sesuatu yang mungkin anda butuhkan, dan kami berharap agar nantinya contoh contoh yang kami berikan akan bermanfaat untuk anda , khususny dalam mengurus administrasi atau keperluan anda semuanya .
Silahkan Download Dokumen ini tekan gambar download dibawah ini :
Semoga Berhasil !!! Terima Kasih !!!!!

Download sekarang


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Download Rpp silabus Kewarganegaraan SD



Surat, proposal, tugas atau keterangan dan lain lain ini hanyalah panduan dan contoh semata, semua isi dan inti dari surat tersebut nanti silahkan sesuaikan dengan kebutuhan anda, Kami tidak bertanggung jawab apabila nanti ada permasalahan yang muncul di karenakan anda mengambil contoh dari blog ini . kami hanya sekedar ingin berbagai kepada anda semuanya tentang sesuatu yang mungkin anda butuhkan, dan kami berharap agar nantinya contoh contoh yang kami berikan akan bermanfaat untuk anda , khususny dalam mengurus administrasi atau keperluan anda semuanya .
Silahkan Download Dokumen ini tekan gambar download dibawah ini :
Semoga Berhasil !!! Terima Kasih !!!!!

Download sekarang


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Download Rpp silabus Bahasa Inggris SD



Surat, proposal, tugas atau keterangan dan lain lain ini hanyalah panduan dan contoh semata, semua isi dan inti dari surat tersebut nanti silahkan sesuaikan dengan kebutuhan anda, Kami tidak bertanggung jawab apabila nanti ada permasalahan yang muncul di karenakan anda mengambil contoh dari blog ini . kami hanya sekedar ingin berbagai kepada anda semuanya tentang sesuatu yang mungkin anda butuhkan, dan kami berharap agar nantinya contoh contoh yang kami berikan akan bermanfaat untuk anda , khususny dalam mengurus administrasi atau keperluan anda semuanya .
Silahkan Download Dokumen ini tekan gambar download dibawah ini :
Semoga Berhasil !!! Terima Kasih !!!!!

Download sekarang


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Puisi Cinta Romantis : Inilah Caraku Mencintaimu



Puisi Cinta Romantis : Inilah Caraku Mencintaimu

dengan tak menghubungimu,
tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu,
dan bahkan sekedar chatting untuk menyapamu,
aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
bukan karena aku membencimu,
namun karena aku ingin menjagamu dan menjaga diriku sendiri dari khalwat yang menjebak,
aku mencintaimu dengan menjaga diriku dan dirimu,
menjaga kesucianku dan kesucianmu,
menjaga kehormatanku dan kehormatanmu,
menjaga kebeningan hatiku dan hatimu,
ya......
Beginilah caraku mencintaimu,
mencintaimu dalam diamku,
karena diamku adalah bukti cintaku padamu..

dan sekarang,
keadaan menegurku,
sehingga dapat membantu menyadarkanku dari kesalahan yang telah aku perbuat,
meskipun pesonamu terhadapku belum pulih,
belum pulih..

aku tak bisa memungkiri,
bahwa setiap manusia pasti akan merasakan fitrahnya,
termasuk permasalahan ketertarikannya terhadap lawan jenis,
maka jika harus demikian,
untuk apa jika hati ini aku tambatkan kepada siapa yang bukan orangnya nanti,
jika memang hati ini sangat peka terhadap pengaruh diri yang memilikinya ketika hati ini salah dalam pengelolaanya,

oleh karenanya,
jika aku harus mencintai lawan jenis adalah fitrahku sebagai manusia, maka aku akan mencoba untuk mencintai siapa yang akan menikah denganku nanti,
walaupun aku belum pernah bertemu dengannya,
lantaran pasti Allah akan mempertemukanku dengannya,
sehingga usahaku yang sia-sia akan cenderung berkurang di dalam lingkup fitrahku,
InsyaALLAH..

Kalau saja Allah menjadikan aku menikah dengan seorang wanita yang ditakdirkan Allah kepadaku,
maka untuk apa aku berharap dan menghabiskan waktuku kepada yang lainnya,
yang belum tentu akan menjadi istri ku kelak,
sedangkan hati ini mudah terdominasi dengan sesuatu hal yang lain,.

Dan rasa ketertarikanku cukuplah akan aku tumpahkan kepada istri ku kelak..


Yaa Allah, sucikanlah hatiku hanya untuk siapa yang pantas menempatinya dengan keridhoanMu, cukup dia sajalah yang aku cintai karena aku tidak menginginkan keburukan ketika aku berbuat salah terhadap hatiku,
amiiin..


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Puisi Rindu : Rindu Yang Kusimpan di Kantung Celana



Puisi Rindu : Rindu Yang Kusimpan di Kantung Celana

Aku tak pandai bicara, apa lagi dengan bahasa sepertimu.
Mulutku seolah selalu kelaparan dan berusaha menelan kembali setiap tutur yang ingin kumuntahkan.
Dan kelaparan itu bertambah tiga kali lipat saat aku berjumpa denganmu.
“Kau manis” katamu. Aku hanya tersenyum.
Padahal ingin sekali kuungkap betapa senangnya aku.
Setahuku laki-laki akan senang bila pujiannya dihargai.
“Kau sudah membaca puisi yang kusertakan di suratku, kan? Kau suka?

” tanyamu.
Aku mengangguk dan lagi-lagi hanya tersenyum.
Andai kau tahu, sesekali aku ingin bisa menulis bait-bait indah sepertimu untuk mengungkapkan perasaan yang begitu tak kumengerti.
Sebulan tak berjumpa denganmu,

hanya cukup memberiku waktu menemukan satu kata saja.
Rindu Kata yang kemudian kutulis hati-hati di selembar kertas.
Kusimpan di kantung celana yang paling alpa kubuka.
Berharap rindu itu terlupa dan mungkin suatu hari tercuci tanpa sengaja.

Gimana sahabat aneka remaja  puisi rindu di atas, keren nggak? Kalo keren kasi tanggapanmu ya. Oh ya, bagi yang punya koleksi puisi rindu jangan lupa bagi-bagi kami lewat halaman ini. Thanks.


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Cerpen Cinta : Cinta Yang Tak Pernah Usang



Cerpen Cinta : Cinta Yang Tak Pernah Usang dari judul dah seru ne salah satu cerpen terbaik dari aneka remaja , Cerpen Cinta : Cinta Yang Tak Pernah Usang bisa di bilang cerpen cinta romantis, Cerpen sedih Juga, wew,,, Bingung baca aja dech biar gak penasaran dengan cerpen yang satu ini

"Brakk” lagi-lagi buku itu harus terhempas ke lantai krn jadi sasaran kemarahanku. “aku tidak mau diatur-atur oleh orang lain!!” teriakku dengan kerasnya. “mbak hanya ingin yang terbaik buat kamu Ais” sahut mbak nina denga lembutnya. “terbaik apa, mbak sudah tau kalau kemampuanku tidak menjangkau itu knapa mbak menyuruhku mengambil jurusan yang aku tidak sanggup, skarang mbak nina tahu aku benar-benar tidak diterima di jurusan dan PTN itu dan kejadian ini gak hanya seekali, mbak nina masih ingat waktu aku keterima di jurusan yang sangat aku cita-citakan tapi apa yang mbak nina lakukan???mbak nina justru menyuruhku meninggalkan jurusan itu dan lagi-lagi aku harus menuruti keinginan mengambil jurusan yang mbak nina inginkan. sungguh aku benar-benar tidak tahu jalan fikiran mbak, aku kecewa sama mbak nina!!!”. Kataku penuh emosi sambil berlalu meninggalkan mbak nina.

Hari-hari kulalui begitu menyedihkan 3 PTN yang sudah ku coba untuk aku pilih gagal dan orang yang paling aku persalahkan adalah kakaku. Dengan bercucuran air mata aku berpamitan sama ibu untuk pergi ke kota meski aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan disana nanti. Ibu memandangiku dengan pandangan ksong dan raut muka sedih dan mungkin juga penyesalan karena tidak bisa berbuat banyak untuk aku. Aku gontai meninggalkan desaku tercinta pergi menyusuri kota metropolitan dengan harapan mengisi waktu luangku selama satu tahun sebelum aku mengikuti tes PTN untuk tahun berikutnya. Aku banar-benar berazzam untuk lepas dari dominasi kakakku yang aku anggap otoriter itu. Sesampai di kota metropolitan itupun aku tak menemukan seorangpun yang aku kenal untuk aku mintai pertolongan, lagi-lagi hanya ada 1 orang yang aku kenal di kota metropolis itu ya dia adalah kakakku, karena kebetulan kakakku juga kuliah di PTN kota tersebut. Aku benar-benar tidak punya pilihan lain lagi-lagi aku harus ketemu miss otoriter itu. Dengan rasa gengsi terpaksa aku menerima penawaran kakaku untuk tinggal di kontrakannya.

Hari-hari aku jalani di kota metropolitan dengan tanpa gairah, lagi-lagi atas suruhan kakaku aku di suruh kerja dulu 3 bulan kemudian ikut bimbingan balajar akupun menurut karena aku sudah tahu watak kakakku. Aku benar-benar merasa seperti kerbau dicocol hidungnya waktu dihadapkan pada keputusan kakaku.

Hampir setahun sudah aku aku menjalani kehidupan di kota metropolis itu, segala duka dan bahagia telah aku rasakan, aku punya banyak teman, hingga suatu saat aku bertemu dengan sosok yang menarik hatiku, dia perhatian, baik, dan tentu saja seorang yang berpendidikan dia selalu membantuku, mengajariku soal-soal tes masuk PTN, memotivasiku untuk tidak menyerah dengan keadaan ya dia adalah Niko. Sampai pada suatu ketika ada getaran-getaran aneh dalam hatiku, ya aku jatuh hati dengannya. Mungkin karena masih belum ada yang mengisi ruang kosong dalam hatiku sehingga begitu cepat aku jatuh cinta padanya apalagi dengan sinyal-sinyal kuat yang diberikan. Hampir 1 bulan hbungan tanpa status itu terjalin hingga suatu hari aku mendengar kabar yang sangat mengejutkan bahwa laki-laki itu adalah teman satu kelas mbak.nina, Seperti detektif aku mengintai setiap pembicaraan teman-teman kontrakan mbak nina, mencari tahu apa kedekatanku sama Nino sudah tercium oleh mereka??kalau memang telah tercium tamtlah riwayatku karena teman-teman kontrakan mbak.nina terkenal anti pacaran. Dugaanku benar, Berita kedekatanku dengan niko sudah terdengar oleh kakakku hingga suatu hari aku mendengar pembicaraan kakakku denga teman-teman kontrakannya untuk tidak memberi aku celah sedikitpun untuk bertemu sama Niko. Aku benar-benar geram dengan kakaku “sampai kapan aku berada dalam dominasi kakakku!!”gumamku sambil melangkah ke kamar.

“Dek, hati-hati lho dengan virus merah jambu semua bisa jadi kacau karea virus itu, adik masih punya taggungan belajar agar berhasil dalam UMPTN nanti”.tegur teman kontrakan kakaku. Dengan tersipu malu”hehe…iya mbak” benar juga ucapan mabk itu. Tapi tetep aja sebel psti itu karena dominasi kakaku. Apa-apa pasti dilarang sebel banget. Benar-Benar mereka menjalankan misinya mreka selalu mengikutiku kemanapunaku pergi bahkan ketika aku menerima tel selalu ada yang komentar. Mereka benar-benar tidak memberi celah aku sedikitpun untuk ketemu dengan tema spesialku itu. Dalam keheningan di kontrakan aku melampiaskan kemarahanku “Maksudnya mbak apa menyuruh teman-teman mbak untuk mengawasi aku?” aku tidak ingin adikku terjerumus”. Mbak nina terlalu ikut campur dalam kehidupanku!!”. “terserah kamu mau bilang kakak seperti apa kakak hanya ingin yang terbaik buat kamu!! “ingin yang terbaik buat aku??bullsit…kakak tidak suka melihat aku bahagia!kakak iri kalau aku berhasil!aku benci kakak!!!!kakak berlau dari hadapanku dengan muka muram tapi biarlah aku merasa puas jika kakak sakit hati.

Kedongkolanku terhadap kakaku semakin menjadi-jadi tapi aku melihat dari raut wajah kakaku tidak ada sama sekali kesan dongkol terhadapku itu justru yang membuat aku semakin dongkol. Pada suatu ketika aku tidak bisa memendam kerinduanku pada Niko, Dengan segala upaya aku mengaburkan pandangan kakakku sama teman-temannya hingga sehabis maghrib aku berhasil menyelinap keluar untuk menemui Niko. Padahal waktu itu adal UMPTN kurang 2 bulan, entahlah aku merasa seperti orang kesurupan aku benar-benar merasa sudah kehilangan kendali, aku selalu melakukan berbagai upaya untuk bisa menemuinya, aku merasa bahagia, damai berada didekatnya meski aku tau dia bukan siapa-siapa bagiku. Pertemuan itu akhirnya terjadi di taman sebuah PTN di surabaya. Keadaan sepi, orang sudah jarang lewat, hingga suatu ketika niko berusaha mengambil ksempatan untuk menciumku tiba-tiba Gubrakkk……aku benar-benar mau pinsan..” Astaghfirullah…….dek Ais sedang ngapain di tempat yang sepi kayak gini???tegur mbak aning dengan suara lembut.”a..a..a..a..aku lagi main-main mbak refreshing fikiranku sumpek. Jawabku dengan tergagap “itu siapa?” “temanku mbak” “Ayo pulang gak baik cewek main-main di tempat yang sepi malam-malam lagi” kata mbak aning sambil menggandengku pulang. Aku benar-benar kehilangan muka di depan teman-temannya mbak Nina. Diam-diam dalam hatiku aku salut sama mbak-mbak yang ada dikontrakan itu, mereka cantik-cantik, alim-alim udah gitu pinter-piter. Aku jadi merasa hina banget di depan mereka.

Waktu yang tinggal 2 bulan itu aku manfaatkan sebaik-baiknya, aku ingin menggapai cita-citaku. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk melupakan Niko aku sadar dia bukan apa-apaku dan aku tidak berhak atasnya. Mba.nina selalu menjenguk kamarku waktu akan tidur sambil berucap “keberhasilan tidak akan bisa dicapai tanpa kerja keras dan pengorbanan”. Kata-kata itu yang membuatku selalu terngiang-ngiang karena kata-kata itu diucapkan hampir setiap hari. Namun aku tidak tahu aku selalu ragu denga kemampuanku bahkan ketika tes UMPTN itu akan datang. Aku sudah belajar, aku sudah ikut bimbingan tapi kenapa hatiku tidak bisa mantap.

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga kau telah memutuskan mengambil Universitas nan jauh diseberang tanpa sepengetahuan kakaku karena kau benar-benar sudah bertekad untuk hidup jauh dari kakaku, agar aku tidak di atur-aur lagi. Bismillah aku melangkahkan kaki mengikuti UMPTN Smoga Alloh memberikan yang terbaik. Dering sms terdengar dari ponselku “selamat menempuh UMPT smoga medapatkan yang terbaik” sms yang tidak aku harapkan ya sms dari TTMku, Niko
Sebulan telah berlalu dalam ketegangan, sekarang sudah lega aku keterima di universias nan jauh disana, meski sedikit kecewa karena tidak bisa meraih mimpi untuk kuliah di kedokteran namun aku lega bisa jauh dari kakaku yang otoriter, bebas dari tirani pendiktean. Meski aku juga sangat berat meninggalkan kontrakan mungil itu. Kontrakan yang penuh kenangan dan perjuangan.

Aku bersiap-siap menuju kampus baruku dengan diantar oleh kakaku,aku tidak mengucapkan sepatah katapun kepada mbakku karena hatiku masih dongkol, aku meliahat di wajah kakak ada perasaan khawatir waktu melepaskan aku nan jauh disana. Aku juga tidak mendapatkan dana sepeserpun dari mbak. Aku yakin kakaku sedang kesulitan keuangan jadi aku tidak pernah meminta kakaku, aku hidup dari sisa tabunganku waktu SMA dulu.

Telah hampir 3 tahun lamanya aku hidup di perantauan tanpa sudi untuk tahu kabar keluargaku disana, egois!!mungkin. tapi inilah tabiatku aku adalah orang yang ga’ suka diatur dan aku adalah orang yang begitu berperasaan hingga sedikit orang melukai hatiku aku langsung akan bereaksi bahkan luka-luka itu akan sangat sulit untuk disembuhkan. Sekian lama hidup dalam perantauan dengan leluasa aku mengendalikan diriku sendiri tanpa ada satupun orang yang berhak untuk mengatur-ngatur dirikku, aku telah membuktikan segalanya aku telah menjdi orang sukses secar materi, aku bisa beli motor dengan uangku sendiri, aku bisa beli laptop dengan uangku sendiri dan masih banyak keberhasilan-keberhasilan materi yang bisa aku capai.

Semakin banyak hal yang aku capai, batinku semakin menderita, meski aku berusaha untuk tetap ceria, senyum, dan berbangga diri dengan prestasi-prestasiku namun ada hal yang tidak bisa aku bohongi ya!hati nurani terdalamku. Aku banar-benar merasa sudah jatuh, aku merasa menjadi hina, batinku tersiksa. Aku merasa semua yang aku dapatkan terasa hampa. Aku down, aku benci dengan diriku sendiri. Aku hanya bisa mengurng diri dalam kamar. Hingga suatu ketika ada seorang teman yang taka sing lagi bagiku. “Ais sedang ada masalah?”sapanya lembut. Namun aku sudah trelanjur down, aku sedang tidak ingin mendengar dan didengar aku hanya ingin sendiri, sendiri dan sendiri. “masalah tidak akan selesai dengan kamu mengurung diri dalam kamar, kamu sudah dewasa ubah mindset kamu, jangan pernah merasa sendiri, kamu punya keluarga, punya saudara, dan punya teman yang bisa kamu ajak berbagi” kata-kata terakhir sembari meninggalkan diriku sendiri. Air mataku semakin deras aku ingat semua keluargaku, aku rindu dengan mereka…….

Temanku telah membawa aku ke suatu tempat yang indah, tempat yang penuh denga bunga-bunga yang elok, taman yang anggun, taman yang penuh dengan cahaya, dan tempat yang akan membuat orang lain ingin menikmati indahnya jalan itu. Hingga suatu ketika aku memutuskan untuk pulang menjenguk keluarga,. Menjenguk kakaku yang dulu adalah orang yang sangat aku benci namun kini menjadi seseorang yang sangat aku cintai.

Di Rumah itu tak ada yang berubah, mungkin hanya beberapa pepohonan bersemi karena musim penghujan. “Ibu…..”aku memeluk ibu erat-erat keadaannya berbeda dengan 3 tahun yang lalu. Kini ibu sudah berubah badannya nampak kurus, disekitar rumah aku amati dengan sekasama tampak sepi, mana adik-adikku???mana kakakku???mana ayah???aku mulai gugup. “ibu, mana adik,kakak,ayah??”tanyaku terbata-bata. “Banyak sekali kejadian yang telah engkau lewatkan selama engkau pergi, adikmu telah kuliah di salah satu PTN Yogyakarta, mabkmu sudah menikah dengan orang NTT sebenarnya mbakmu tidak mau tapi ibu yang memaksa karena mbakmu usianya sudah 28, cukup tua untuk seorang perempuan. ibu menyuruh mbakmu berhenti memikirkan adik-adiknya sudah cukup, sudah saatnya dia memikirkan dirinya sendiri. tetangga juga banyak yang membicarakan mbakmu, mbakmu dibilang perawan tua. Sekarang mbakmu ikut mas iparmu ke NTT sudah hampir setahun mbakmu gak ngasih kabar. Bapakmu pergi kerja di Jakarta untuk membiayai kuliah adikmu. “Oya ada titipan dari mabakmu” kata ibu sambil berjalan menuju kamar, dibukanya bungkusan Koran tersebut, aku terkejut ada dua kebaya yang sangat bagus “pesen mbakmu itu disuruh make’ waktu kamu wisuda kebaya satunya disuruh make’ waktu kamu nikah dia juga berpesan kalo kamu udah lulus disuruh segera nikah jangan terlalu lama melajang

Aku memegang kebaya itu dengan air mata yang tak bisa kubendung, disaat-saat terakhir dia meninggalkan rumah dia masih memikirkan aku, memikirkan masa depanku padahal selama ini hatiku sudah tetutup untuk mbakku aku sudah terlalu muak dengan kediktatorannya. Tiba-tiba ponsel butut punya ibu di Atas TV berdering ibu segera menghampiri ponselnya “tiba-tiba ibu berteriak innalillahiwainnalillahiroji’un sambil bersimpuh disamping televise,mabkmu nduk…mbakmu kecelakaan dan meninggal sama bayinya yang masih usian 6 bulan dalam kandungan” kata ibu terbata-bata. Hatiku terkesiap rasanya ingin menjerit namun suara ini sudah tersangkut dikerongkongan, aku terdiam seperti patung tubuh ini rasanya kaku. Kenapa baru sekarang aku menyadari kalau mbakku mencintaiku tanpa syarat, kenapa baru disaat terakhir aku baru bisa merasakan belai kasih sayang mbak nina yang tiada pernah usang. Masih pantaskah aku dimaafkan??? Mbak nina aku rindu kediktatoranmu. Hanya satu kata yang ingin ku ucakan saat ini. ya Aku menyesal!!!penyesalan yang teramat dalam…..


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Nasehat Nenek Yang Bijak



Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.

“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,

“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.

“Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu.

Si nenek kemudian menjawab,

“Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”,

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

    pertama:

    pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.

    kedua:

dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.

    ketiga:

pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.

    keempat:

bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.

    kelima:

    sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan…
Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Cerpen Sedih : SEBARIS NYANYIAN DARI IBU



Cerpen Sedih : SEBARIS NYANYIAN DARI IBU cerpen yang satu ini sangat sedih lho, hehehehe udah lama gak posting cerpen, cerpen ini diambil dari buku, karena sangat menyayat hati dan enak dibaca di posting dech,  silakan dibaca  Cerpen Sedih : SEBARIS NYANYIAN DARI IBU

Ibuku malang ibuku tersayang…

Tatap matamu Satu,

 seakan kasih sebening kaca.

Masa-masa duka,

Kau bangkitkan gaya jua

Dalam mengarungI gelombang samudra hidup ini.

Nasib tiada pernah kau ratapi

Kau terima dengan tabah

Kehidupan ini kau anggap bagai menggarap sawah

Dengan keringat sendiri kau tanamkan rasa harga diri.


Nyanyian itu tak akan pernah terlupakan olehku. Nyanyian yang mengingatkan aku akan ibu yang telah melahirkan aku dan membesarkanku hingga aku menjadi seperti ini. Aku sangat bersyukur karena aku mempunyai seorang ibu yang berhati mulia, yang setiap malam selalu mengantar aku tidur sambil menyanyikan lagu itu, menasehati aku, memberikan aku pujian dan membuat aku bangga padanya karena ketabahan hatinya. Meskipun sering kali aku membuatnya kecewa tapi ibu tak pernah sedikitpun membesarkanya. Dia tahu bagaimana yang seharusnya dia lakukan untuk memberiku semangat ketika aku merasa terpuruk, patah hati dan hilang kendali. Ibu adalah teman yang selalu mengisi hariku dan tempat berlabuh dimana semua kekesalan ku terobati. Ibu, aku rindu padamu...kapan kau akan menyanyikan lagu itu lagi? Kapan kau akan menjaga aku ketika aku tengah sekarat, dikala tak mampu untuk menyuap makanan. Kaulah penolongku ibu. Aku rindu semua itu. Biar sedewasa apupun diriku, jika berada di dekapmu aku merasa diriku seperti sepuluh tahun yang lalu. Merengek, manja dan selalu ceroboh.

Akhir-akhir ini, Aku tahu kau merasa  terkekang dengan sikap ayah, merasa dihianati, merasa tak dihargai. Aku tahu kau sangat prustasi. Sering kali dalam keluarga kita terjadi percecokan dan semua kesalahan selalu dilimpahkan padamu. Kau menerimanya dengan lapang meskipun kau tahu sendiri kalau itu bukan kesalahmu. Ayah tak tahu apa-apa tentang kasih sayang yang kau berikan kepada kami. Dia hanya bisa menuntut dan menuntut agar kita menuruti semua kemauannya dan jika tidak, kitalah yang dianggap tak tahu berterima kasih atas nafkahnya. Kau tak pernah menyadarinya ibu, sehabis kau dan ayah bertengkar, aku tak pernah absen mengintipmu yang sedang menangis termangut-mangut dan kau sesekali menyalahkan dirimu sendiri. Ketika aku mulai terhanyut oleh tangisanmu, tanpa aku menyadari air mataku ikut menetes. Setitik, dua titik hingga mataku sembab.

Tak berakhir di situ. Semua orang mengejekmu, menghinamu karena kau dianggap tak berhasil dalam mengurus keluarga, karena kau disebut-sebut sebagai wanita jalang dan materialistis. Padahal mereka tidak tahu apa-apa. Mereka hanya pandai membuat masalah baru tanpa mengintropeksi diri mereka terlebih dahulu. Aku jadi geram mendengar kata-kata mereka. Kalau saja mereka bukan keluarga dekat kita, ingin rasanya aku menghantam dan menjahit mulut mereka agar berhenti membuat gosip yang tak sedap mengenaimu. Bukanya aku tak berani membelamu, hanya saja mereka terlalu tua, dan bukankah ibu pernah menasehatiku, ”kalau ada orang yang berbuat nggak baik terhadap kita, kita harus diamkan karena karma masih berlaku di muka bumi ini Ka.” dan aku sangat, sangat menghargai nasehatmu itu.

Itu bukan sekali, dua kali kau mendapat perlakuan tidak baik dari mereka. Mereka memang nggak punya perasaan Bu, dan yang terakhir kau di fitnah berselingkuh hingga terjadi percecokan yang paling hebat dari yang sebelumnya. Sebegitu tak tahannya dirimu atas ketidakadilan tersebut, kau terpaksa pergi meninggalkan aku dan Deddy. Kau pergi tepat pada saat aku terjaga oleh mimpi meskipun tanpa nyanyian itu. Kau pergi pada tanggal 17 januari 2010, pukul empat ketika fajar belum tampak dari wajah bumi. Kau pergi dengan membawa luka serta kesedihanmu. Padahal tujuh hari sebelumnya, kita baru saja melangsungkan pesta ulang tahunmu yang ke-38.

Aku bingung mencarimu ibu. Aku mencoba untuk menghubungi kerabat dekat, kerabat jauh bahkan temanmu. Bertanya dimana kini kau berada, tapi mereka sama sekali tak mengetahuinya dan balik menanyaiku. Aku menangis ibu, dan kau tak tahu seberapa besar kekawatiranku dan Deddy yang begitu panik mencarimu kemana-mana. Seakan-akan kami berdua baru saja kehilangan jiwa kami, aku merasa tubuhku kosong, nafasku terasa berat. Berhari-hari aku mengingat dan memikirkan keadaanmu. Aku takut kalau sakit yang kau derita kambuh lagi karena kau tak akan mampu melangkah  jika sakit itu kambuh. Aku takut jika aku tak bisa menemuimu lagi dan mendengarkanmu menyanyikan lagu itu untukku.

Bu saat itu tak ada lagi sandaran buat aku untuk bercerita. Tak ada lagi orang yang bisa aku percaya. Ayah terlalu sibuk dengan masa dudanya, adik juga, mereka hanya sibuk dengan diri mereka sendiri. Akulah kini yang bertanggung jawab, mengerjakan segala sesuatu di rumah. Ibu, sekarang  aku tak bisa menikmati masa remajaku, itu semua karena tanggung jawabku yang tak bisa aku tinggalkan. Kerap kali aku jadi stres karena aku harus membagi waktuku antara kuliah dengan kerjaan. Aku juga tak pernah dihargai oleh mereka. Aku selalu saja dianggap tak bisa membuat mereka bangga, padahal mereka tahu sendiri bagaimana letihnya aku karena memikul beban ini sendirian.

Ibu andai saja ada dua pilihan, satu-satunya yang kupilih adalah ikut bersamamu, andai saja wanita Bali bebas memilih adat, aku yang pertama kali yang akan ikut adatmu, asalkan aku tetap berada di dekatmu, mendengarkan nyanyianmu, itu sudah membuatku merasa nyaman.

Sekali lagi aku ingin mendengarkan nyangiann itu ibu. Jika kita dipertemukan kembali, aku ingin kau nyanyikan lagu itu lagi untukku seperti sepuluh tahun yang lalu di saat aku masih merengek-rengek dan selalu minta  kau rangkul.

Mitzutori
(bhs indo smt 5 B)MHSRWT. C. II

Cerpen Sedih : SEBARIS NYANYIAN DARI IBU bagaimana? sedih bukan?


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Puisi Bumiku Murka



Puisi Bumiku Murka ini adalah Puisi Bumiku Murka terbaru 2011 menggambarkan tentang alam semesta murka karena ulah manusia, dan langsung baca Puisi Bumiku Murka di bawah ini.

Puisi Bumiku Murka

apa kau rasa bumi sudah tua
tak kan mampu menompang hidup kita
apa kau tau tuhan sudah muak
terhadap kita yang melunjak

gunung akan muntah
ketika kau bertingkah
laut akan meludah
ketika kau berubah

apa kau ingin menghancurkan dunia
dengan tingkamu yang bertingkah
dengan gayamu yang mewah
dengan sifatmu yang serakah

bumi akan aman
jika kau tak ikuti zaman
laut akan tenang
bila kau tak berenang
dengan senang tanpa membimbang

kau sangat tau diriku terikat
tapi tak pernah kau coba merapat
kau mengharapkan manfaat
sampai kau tak pikirkan akibat

rasaku ingin kabur
ingin hasratku tuk melebur
ingin ku tuk keluar
dari tingkahmu yang tak bisa diatur

sungguh ku tak kuat mengangkat bebanmu
yang tak menganggapku
jika tuhan menyuruhku
kutak kan kembali mengenalmu

BIAR KAU MENCARIKU
KU KAN TERTAWA KEPADAMU…


Lihat Selengkapnya Beri Komentar


Receive all updates via Facebook. Just Click the Like Button Below

 

© 2011 contoh surat dan kebutuhan anda PublisedSeo Template Blogger Converted Template by Hack Tutors.info